Babaranku
Perkenalkan aku Syamsuddin Zjarcasy (LeOden} seorang perajin batik tulis Pekalongan. Blog ini mulanya mau aku kasih teks judul yang lumayan serem; Penempuh Jalan Batik, Ya Penempuh Jalan Batik, Sebuah Obsesi yang sangat berat, karena di dalamnya dibutuhkan totalitas yang tinggi. Seluruh jiwa dan raga total dipersembahkan untuk apa yang menjadi pilihannya. Jalan Batik, aku membayangkan sebagaimana halnya Musashi yang menempuh Jalan Samurai. Dia berlatih, dia geluti, dia gumuli dan dia… lumat di dalamnya. Ah, apa aku mampu untuk demikian di Jalan Batik? Karena seperti kata salah seorang temanku, “kebanyakan batik masih digunakan sebagai bathok bukan sebagai bathuk.” Memalukan memang, tapi apa boleh buat, kenyataan yang ada memang demikian. Oh ya, tahu maksudnya? Begini, bathok itu tempurung kelapa, bathuk itu kening. Nah batik sebagai bathok itu artinya batik digunakan sebagai media untuk sekadar komoditas barang dagangan. Secara sarkastis temanku ketika menyebut kata, “bathok” tangannya mengisyaratkan sebagaimana tangan peminta. Sementara, batik sebagai bathuk itu maksudnya agar kita bisa memikirkan dan bergiat dengan seksama agar cipta-karya batik terus lestari. Dan sepertinya aku masih besar memanfaatkan batik sebagai bathokku… Ah barangkali aku juga termasuk Oportunis Kotor Batik. Tak mengapalah, sebagai pembelaan, setidaknya aku punya blog yang diantara perhatian utamanya tentang batik di sini
Dan karena sisi perhatianku cukup berdimensi banyak terpecah serta pada intinya aku ingin belajar dan berbagi bersama Anda semua. Maka aku putuskan, segala hal yang melintas di benakku atau Anda bisa tertuang di blog ini…

