Energi Luar Biasa Dalam Diri Kita
Ini adalah sebuah kapal induk milik Angkatan Laut AS yang sangat luar biasa. USS C. Stennis ini lebih panjang dari enam lapangan sepak bola, seperti layaknya kota mengapung di tengah samudra nan luas bagi lebih lima ribu orang dan ratusan pesawat tempur. Bobotnya hampir seratus ribu ton. Kapal ini digerakkan oleh dua reaktor nuklir yang membuatnya dapat melaju dengan kecepatan lebih dari 30 knot. Faktor yang sangat mengagumkannya adalah betapa lamanya kapal ini tetap bisa berada dan melaju di tengah lautan tanpa perlu tambahan bahan bakar. Sementara kapal konvensional lainnya akan membutuhkan ribuan ton bahan bakar dan memerlukan pengisian ulang bahan bakar secara reguler. Di sisi lain Stennis hanya memerlukan satu kali pengisian ulang bahan bakar setelah penuh berlayar tanpa henti selama 26 tahun! Dalam benakku, bisakah kita memperoleh energi yang luar biasa besar sebagaimana halnya Stennis dengan reaktor nuklirnya. Dan lalu energi itu kita gunakan sebagai daya kita dalam mencapai apa yang kita cita-citakan.
Dari berbagai buku motivasi, aku tertarik dengan konsep yang diajukan oleh Nabi Sulaiman. Seperti yang kita tahu, Nabi Sulaiman, adalah orang yang paling sukses dengan kekayaan yang sangat melimpah dalam sepanjang sejarah peradaban manusia. Meski demikian, beliau bukanlah orang yang melupakan adikodratinya sebagai hamba Tuhan, buktinya, dia seorang Nabi yang tentunya kualitas penghambaan padaNya atau ibadahnya tidak bisa diragukan lagi. Beliau mengatakan, “harapan yang tak terpenuhi menyakitkan hati; sedang keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.” Nah inilah energi yang luar biasa itu. Seperti halnya reaktor nuklir, ia (harapan) akan menjadi penghancur yang dahsyat bila tidak menemukan salurannya yang tepat dan sebalikanya akan menjadi energi yang luar biasa bila digunakan sebagaimana mestinya.
Harapan, apa cukup dengannya untuk mengubah dan menggerakkan kita from zero to hero? Melaju dengan kecepatan super ke impian tertinggi kita? Tidak, ternyata kita masih memerlukan satu perangkat lagi. Perangkat ini merupakan motornya, sedang harapan sebagai bahan bakarnya. Visi. Visi bukanlah sesuatu yang abstrak atau tak kasat mata; harapan pun bukan sekadar permohonan atau keinginan. Visi dan harapan itu sebenaranya bersifat nyata dan pasti. Dalam sejarah kita temukan banyak orang yang telah memanfaatkan perangkat tersebut. Sebagai contoh Edison yang dikira anak bodoh di sekolahnya hingga di drop out dari kelas 1 SD bisa berubah menjadi ilmuwan penemu yang tangguh sepanjang sejarah. Seorang John D. Rockefeller dari pegawai rendahan tata buku dengan gaji sekitar dua ribu rupiah per jam kalau dihitung sekarang menjadi salah satu orang terkaya dunia. Helen Keller dari seorang gadis muda yang pemurung menjadi salah satu pembicara dan penulis yang paling inspiratif sepanjang masa. Dan masih banyak lagi contohnya, rasanya tulisan kali ini tidak cukup untuk mengungkap semuanya.
Sebagai perangkat motorik visi adalah tujuan yang pasti dan jelas dengan suatu rencana dan jadwal rinci untuk mencapai tujuan. Tujuan sama dengan harapan. Betapa pentingnya bagi kita untuk memiliki visi yang jelas dalam kehidupan pribadi dan profesional, karena tanpa itu kita akan menggantikan kesenangan hidup dengan sekadar bertahan hidup dan menjauh dari kemampuan bertahan hidup ke depresi dan ujungnya sampai pada kesengsaraan hidup. Seperti dikatakan Nabi Sulaiman, “Tanpa visi orang akan mati.”
Lalu bagaimana cara memanfaatkan visi dan harapan dalam kehidupan kita? Diperlukan pemetaan visi. Proses pemetaan visi adalah proses pencapaian tujuan yang akan mengubah secara radikal produktivitas kita dan meningkatkantingkat prestasi dalam segala usaha, proyek, atau bidang kehidupan. Pertama, hal itu membantu kita menciptakan visi yang jelas dan spesifik, bersama dengan peta yang rinci unguk mencapai visi secara efektif dan cepat. Hal itu memompa bidang kehidupan apa pun yang menerapkan visi itu.
Ada lima tahap dalam proses pemetaan visi. Mulai dari sini kita memerlukan sebuah pena dan buku catatan yang nantinya akan dijadikan sebagai semacam jurnal. Tuliskan daftar bidang dalam kehidupan kita yang ingin dilihat perbaikannya secara nyata. Sejumlah orang hanya akan mencantumkan sejumlah bidang (seperti kehidupan pribadi dan karier). Yang lain akan mencantumkan lebih banyak bidang. Tidak ada angka pasti di sini. Sebagai contoh, bidang kehidupan; perkawinan, anak-anak, kesehatan, bisnis serta proyek lain. Begitu bidang terpenting telah ditetapkan, tulislah bidang itu. Setelah itu buat daftar impian, keinginan, atau proyek terpenting dalam bidang-bidang kehidupan. Selanjutnya urutkan prioritas masing-masing daftar. Mulailah dengan impian terpenting, selesai itu, telah siap untuk mulai pemetaan visi.
Pertama, mulailah dengan impian terpenting dalam bidang apa pun, tuliskan deskripsi impian itu secara jelas dan pasti. Deskripsi ini paling tidak terdiri dari satu atau dua kalimat tetapi tidak lebih dari satu halaman. Bila mungkin cobalah untuk menggambar atau menciptakan gambaran yang membuat kita memiliki citra atau simbol tentang impian ini bila telah terpenuhi.
Kedua, ciptakan “Halaman Tujuan” untuk impian spesifik itu. Untuk melakukan ini, tetapkan impian di setiap bagian atas halaman. Lalu buatlah daftar tentang tujuan-antara yang spesifik dan perlu dicapai untuk mencapai impian itu. Langkah ini mengubah impian menjadi tujuan spesifik.
Ketiga, ciptakan suatu halaman untuk masing-masing tujuan, dan masing-masing halaman itu diberi nama “Langkah-langkah dari Tujuan”. Pada setiap halaman, buat daftar dari tujuan-antara yang ingin dicapai, kemudian buat daftar dari langkah yang perlu diambil untuk mencapai tuijuan itu.
Keempat, selanjutnya, buat langkah kompleks apa pun dalam daftar tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk melaksanakan lebih dari satu tugas, dan ciptakan suatu halaman “Tugas-tugas dari Langkah-langkah”. Cantumkan tugas spesifik untuk melengkapi langkah-langkah itu.
Kelima, Langkah akhir dalam proses ini adalah mengalokasikan tanggal untuk setiap tugas dan langkah. Begitu kita telah melakukannya, kita telah siap memulai. Sekarang, sudah bisa mulai bekerja untuk mencapai masing-masiong tujuan dari setiap tugas atau langkah sekaligus. Lengkapi masing-masing langkah, satu persatu, hingga tercapai apa yang kita impikan.
Proses ini akan seperti mengupas tugas atau langkah yang tidak dapat dicapai sendiri. Hal ini nanti akan saya coba ungkap di lain tulisan. Apa benar-benar harus ditulis? Pertanyaan ini yang sering muncul. Ingat, bahwa kita akan menciptakan suatu visi yang jelas dan pasti untuk masing-masing impian dan suatu peta serta jadwal rinci untuk mencapai impian-impian itu. Itulah yang diberikan dalam proses ini. Walaupun hal itu tampak seperti kegiatan yang merepotkan , namun itu sungguh tidak merepotkan . Satu hingga lima menit per hari adalah waktu yang diperlukan untuk menuliskan semua itu. Kita tidak perlu melakukan semuanya sekaligus. Tidak ada tenggat waktu untuk melengkapi pemetaan visi ini. Ini adalah proyek sepanjang hayat. Kita dapat menerapkan secara harfiah proses ini untuk satu impian per minggu, per bulan atau per tahun. Proses ini akan memungkinkan kita mengalami semua kekuatan energi yang luar biasa di dalam diri kita masing-masing untuk mencapai impian tertinggi yang telah dicanangkan. Silakan mencoba, semoga bermanfaat.

July 19th, 2008 at 3:04 pm
selalu ada kok energi dalam diri kita masing masing…
btw..salam kenal
[Reply]
July 20th, 2008 at 11:46 am
Pemetaan visi yang sangat bagus, semoga bisa menjadi inspirasi
[Reply]
July 21st, 2008 at 12:33 am
ada energi berarti ada birahi dong?
[Reply]
July 21st, 2008 at 10:08 am
waaah artikelnya kereeen…thank u yaaaah…, inspiring…. salam kenal mas….
[Reply]
July 21st, 2008 at 12:36 pm
Mind Set dan Focus pada hasil mas yaa… mantap mantap
[Reply]
July 21st, 2008 at 12:56 pm
Semua harus serba jelas ya, klo yang model2x gak jelas itu namanya MIMPI KALI YE! ..
[Reply]
July 24th, 2008 at 7:58 pm
luar biasa sekali tulisannya
bermanfaat sekali. makasi mas
[Reply]