Menaklukkan Kejenuhan Dan Rasa Mandek
“Hidupku sungguh membosankan,” keluh seorang pria berumur 47 tahun. “Setiap pagi aku bangun tidur, bekerja, lalu pulang ke rumah. Tiba di rumah, aku kembali menjalani hal yang sama - membaca koran, makan malam, bercengkerama dengan anak-istri, melakukan sedikit pekerjaan rumah, menonton TV dan naik ke tempat tidur. Esoknya, bangun dan kembali bekerja.”
“Dulu aku senang dengan apa yang aku kerjakan. Tapi sekarang rasanya aku sudah mandek. Apa lagi yang harus aku kerjakan pada sisa hidupku? Aku rasa hidupku ini akan berjalan terus seperti ini sampai aku mati.”
Pria ini sudah mandek - tak bisa lagi ke mana-mana - dan ia merasa terjebak dalam hidupnya. Ia tidak tahu lagi dan merasa takut untuk membebaskan diri dari rutinitasnya. Tapi kalau saja ia bisa menerima kenyataan bahwa ia sedang berada pada akhir dari suatu fase tertentu, maka ia mempunyai peluang untuk memulai sesuatu yang baru. Dan inilah sebenarnya yang harus diperjuangkan.
Bagi sebagian besar kita; pekerjaan adalah dasar dari identitas dan harga diri, dan ini berlaku selama kita terus mengalami keberhasilan. Tapi kenaikan pangkat, gaji dan karir itu ada batasnya, sehingga kedang-kadang menimbulkan perasaan gagal pada diri kita. Read More


