Kenapa Musti 5km/jam jika bisa 100km/jam??
Coba bayangkan Anda baru punya mobil sport canggih ini. Corvette ZR1 ini punya kecepatan maksimal 360km/jam dengan akselerasi 100 km dalam 7 detik, 6,2 liter supercharge engine dengan 638 horse power. Semua sudah Anda siapkan; SIM, kemampuan mengendarai mobil canggih seharga Rp 1,7 M ini, baju yang necis matching dengan si biru nan cantik. Dengan bangganya Anda buka pintu, masuk ke dalamanya - interiornya wah.. luar biasa… -, duduk di jok kulitnya yang empuk, tutup pintu, mak jlep… dan secara otomatis mesin mobil hidup. Jess… Anda pun melaju di jalan bebas hambatan.
Anda hidupkan perangkat audio yang futuristik di mobil canggih itu, lagu kesayangan pun mengalun mengisi ruangan. Anda tancap gas kuat-kuat, akselerasi meningkat tajam secara otomatis. Tak ada satu mobil pun yang bisa menandingi. Namun tak berapa lama, kecepatan menurun. Anda tekan pedal gas keras-keras, semakin menurun. Suara mesin melemah dan lalu menghilang. Anda panik setengah mati, sekelebat mata Anda menangkap penunjuk digital bahan bakar di dasbor, pada posisi terendah. Bahan bakar habis.
Itulah sebuah ilustrasi tentang pentingnya akselerator. Setelah Anda baca Energi Luar Biasa Dalam Diri Kita dan menerapkannya pada impian kehidupan Anda, maka dibutuhkan pula untuk mengefektifkannya dengan akselerator. Sebuah mobil sport tercepat dan termahal di dunia menjadi tidak bernilai tanpa adanya akselerator. Tak peduli betapa bertenaganya bahan bakar dan mesinnya, tanpa akselerator, mesin tidak bisa berfungsi. Di sisi lain, dengan sebuah akselerator, mobil tidak hanya bergerak maju tapi mampu untuk dipacu pada kecepatan maksimal, sehingga bisa mencapai tempat yang dituju dalam waktu yang tersingkat. Tanpa akselerator kita tidak bisa mencapai impian luar biasa kita dalam waktu yang masuk akal. Akselerator mengubah segalanya, bila digunakan dengan tepat, kita bisa bergerak menuju pencapaian tujuan serta impian kita pada kecepatan yang tak terbayangkan. Sayangnya, banyak orang menjalani hidup tanpa menerapkan akselerator ini dengan efektif dalam mencapai impian mereka. Mereka sekadar bermalas-malasan. Faktanya adalah, setiap orang yang sangat berhasil sepanjang sejarah telah menggunakan akselerator ini untuk mencapai impian mereka. Dan, tak ada seorang pun dalam sejarah telah mencapai prestasi nyata yang luar biasa tanpa menggunakan akselerator ini. Lalu apakah akselerator itu?
Dalam hal ini akselerator adalah rekan atau mentor yang efektif atau semua orang yang dapat memberikan pemikiran, saran, kebijaksanaan, atau bantuan praktis apa pun yang diperlukan untuk mencapai proyek, tujuan atau impian spesifik secara efektif. Yang menyedihkan, banyak orang mencari seorang konselor atau rekan hanya ketika mereka berada dalam masalah atau ketika mereka memiliki suatu kebutuhan yang nyata-nyata tidak dapat mereka tangani sendiri. Sementara orang bijak tidak pernah berpikir untuk mengambil tindakan penting apa pun tanpa terlebih dulu mencari nasihat bijak. Dengan rekan atau mentor yang tepat kita bisa mencapai tingkat keberhasilan yang jauh lebih baik dibanding sendirian. Namun demikian kita harus waspada ketika memilih rekan atau mentor. Hindarilah mentor atau rekan negatif berikut ini; tidak punya integritas atau tidak jujur, pemarah, bodoh, instant thinking, perayu ekstrem, penggosip dan pengabai aturan.
Seorang mentor yang kita butuhkan adalah seseorang yang telah mencapai keberhasilan luar biasa dalam bidang; apakah pribadi atau profesional , yang ingin kita gali dari dia dan lalu kita aplikasikan kesuksesannya itu dalam bidang kehidupan kita. Berikut ini adalah kiat atau strategi untuk mengidentifikasi dan merekrut mentor kita:
Pertama; Tentukan impian atau cita-cita kita yang memerlukan seorang mentor. Apa kita memerlukan seorang mentor untuk membantu kita dalam bidang atau profesi khusus atau secara umum.
Kedua; Ciptakan daftar calon mentor unuk setiap bidang yang telah kita tentukan. Pilihlah orang-orang yang paling sukses dalam bidangnya pada urutan teratas.
Ketiga; Mulailah dengan mentor yang ada pada urutan teratas, tuliskan status hubungan kita dengan orang itu (bos, teman, kolega, teman dari teman, orang asing dan lainnya)
Keempat; Tuliskan segala sesuatu yang kita ketahui tentang orang itu, baik lewat pengalaman pribadi dengan mereka maupun lewat informasi pihak lain.
Kelima; Telitilah segala sesuatu tentang calon mentor kita. Apa yang mereka sukai, yang tidak mereka sukai, yang mereka inginkan? Bagaimana mereka menghabiskan waktu di pekerjaan dan di luar waktu kerja? Apa yang memotivasi mereka?
Keenam; Jika mereka hanya kolega atau orang asing bagi kita, cari orang yang mereka kenal. Cari tahu segala hal tentang orang itu. Bila perlu pertimbangkan untuk menggunakannya sebagai referensi untuk membuat kontak awal dengan calon mentor kita.
Ketujuh; Bersiaplah untuk menghubungi seorang calon mentor lewat telepon atau dengan menulis semacam proposal atau permohonan singkat.
Kedelapan; Buat kontak. Tidak ada yang mengalahkan pertemuan pribadi . Strategi ini mungkin tidak bisa dipraktekkan , tergantung pada calon mentor kita. Bila kita tidak dapat membuat pertemua dengan dia, hal terbaik berikutnya adalah dengan menelepon. Apapun caranya, lakukan kontak secara singkat dan langsung ke pokok permasalahan. Biasanya orang yang sudah luar biasa prestasinya, akan menghindari kontak dengan orang asing, tapi itu tak mengapa. Berusahalah sampai dapat.
Kesembilan; Tindak lanjut. Setelah kita melakukan kontak pertama, tindak lanjuti dengan membuat catatan singkat yang berisi pujian atau komentar tentang hal tertentu yang dia katakan atau lakukan.
Kesepuluh; Lanjutkan ke orang berikut di daftar calon mentor kita jika segala usaha untuk melakukan kontak dengan calon mentor di urutan pertama menemui jalan buntu. Lalu kita lakukan prosedur yang sama dengan orang yang ada pada urutan pertama.
Ah, aku tidak tahu tulisan ini bakal bermanfaat apa tidak. Tapi karena pada dasarnya aku ingin berbagi dan hal ini aku anggap penting, yah… akhirnya aku tulis….


July 25th, 2008 at 10:24 am
Seorang mentor yang baik bisa menjadikan kita orang yang berguna, jika mendapat mentor yang jelek bisa jadi kita menjadi orang baik dan orang jelek …
Kalau melaju dengan kecepatan 100km/jam saya kuatir bingung menentukan arah …
[Reply]
July 25th, 2008 at 10:30 am
thanks banget yaaaaah…ilustrasi mobil mewahnya paaas banget….
[Reply]
July 25th, 2008 at 12:47 pm
Dalam analogi diatas, setelah berakselerasi tiba-tiba mobil mati karena kehabisan bahan bakar….
Mengapa bukan membahas tentang bahan bakar yang sebenarnya lebih penting daripada akselerator itu sendiri? Atau mungkin karena bahan bakar telah dibahas pada posting sebelumnya dan ini merupakan seri lanjutan?
[Reply]
July 25th, 2008 at 6:53 pm
Rahat kye…
saya lebih setuju jika kita menentukan pelatih. orang yang akan melatih kita menuju target kita. sekelas roger federer, MU, dan Chris John punya pelatih. sering kita seenaknya saja dalam melakukan bisnis, istilahnya “sakarepe udhele dhewe”. disitulah peran pelatih dalam membuat kita konsisten, komitmen, memiliki integritas. bayangkan jika roger federer semaunya sendiri, pasti tidak akan jadi pemenang. pelatih juga akan mengajarkan akselerasi yang cepat, istilahnya Leveraging/mendongkrak.
always FUNtastic
ponakanmu : arie
[Reply]
July 27th, 2008 at 9:59 pm
Wuaduh muantaapppfff… tapi begitu liat artikelnya secara lengkap ternyata untuk membangun pribadi dan motivasi. Thx buat sharingnya.
[Reply]
July 28th, 2008 at 5:17 pm
Ya memang harus lakukan maksimal kalau bisa,
tapi kalau memang merasa aman di kecepatan yang lebih rendah,
boleh kan ?
[Reply]
July 29th, 2008 at 11:15 am
wah, bisa distop polisi kalo speed limitnya cuma 70 kmh hehehe
[Reply]
July 29th, 2008 at 8:47 pm
saya garuk” kepala dulu mas pengen punya itu tuhhhh..
[Reply]
July 29th, 2008 at 11:28 pm
tetep rahat.. ttg cita2 punya mbl mahal juga sering aku lakukan. Biasanya dgn visualisasi. Coba lik belajar NLP. Always FUNtastic. Arie
[Reply]
July 31st, 2008 at 11:18 am
Keren.. salam kenal semuanya.. hee.. blog baru numpang lewat ya para senior..!!
[Reply]
August 2nd, 2008 at 3:09 pm
Tentang dream book alhamdulillah wis rampung. kalo istilahku dream board. lik bisa liat di rahatan.blogspot.com
[Reply]
August 5th, 2008 at 12:38 pm
Mantaff banget ilustrasinya apalagi diilustrasikan sama mobil favorit saya di Need For Speed Most Wanted, Carbon, dan Pro Street.. Corvette Varian.. Mantaff banget deh..
[Reply]