Menetralisir Racun Rokok
Tadi pagi sekitar jam 07.00 WIB, seorang temanku meninggal. Aku cukup terpukul, karena sebelumnya tidak mengetahui penyakit apa yang dideritanya, memang dia bukan tipe pengeluh. Baru tahu ketika melayat tadi. Ternyata dia menderita penyakit paru kronis. Penyakit itu sudah pasti diakibatkan kebiasaan buruknya; merokok. Dalam sehari setidaknya dia akan membakar 30 batang rokok. Memang kematian adalah rahasia Tuhan. Namun seandainya dua-tiga bulan lalu aku mengetahui apa yang dideritanya, setidaknya aku telah ikut sedekah pitutur atau memberi saran padanya bagaimana menetralisir racun rokok yang telah menggerogoti parunya.
Pertengahan bulan Mei kemarin, waktu itu jam 11 malam lewat. Hpku berdering, ternyata istri salah satu teman karibku. Betapa paniknya dia. Sang suami sulit bernapas dan Muntah Darah. Aku segera meluncur ke rumahnya dan membawanya ke rumah sakit. Dua-tiga hari di rumah sakit tidak terlihat perubahan yang berarti. Alhamdulillah aku teringat akan resep tradisional herbal yang pernah kucoba sendiri dan hasilnya cukup memuaskan; Lobak. Aku dapat ramuan ini kalau tidak salah ingat pada awal tahun 2005. Waktu itu dadaku sakit sekali dan sulit bernapas. Aku periksakan ke dokter, seperti biasa diberi wejangan untuk berhenti merokok, maklum meski bukan perokok berat aku bisa menghabiskan 10 batang rokok dalam sehari semalam. Seminggu dari dokter obat telah habis. Memang ada cukup kemajuan. Tapi sesak napas sesekali masih terasa. Salah seorang teman datang dan memberi tahu tentang lobak. Sampai sekarang, Alhamdulillah penyakitku itu tidak kambuh lagi. Setelah mengkonsumsi ramuan lobak pun teman karibku yang muntah darah tadi sembuh.
Ternyata di dalam lobak mengandung minyak atsiri, rafanol, rafarin dan vitamin c. Lobak juga berkhasiat sebagai ekspektoran, diuretik, kholeretik, diaforetik dan karminatif. Penjelasan tentang khasiat dan fungsi kandungan lobak dapat Anda temukan di Wikipedia.
Cara penggunaan: Lobak diparut, peras dan saring, ambil airnya. Cukup 3/4 gelas (100 ml). Diamkan semalam. Campur dengan gula atau madu. Bila penyakit parunya cukup kronis, ulangi sampai 7 hari. Sehari cukup 3/4 gelas. Bagi perokok akan sangat membantu menetralisir racun rokok, dengan meminumnya sekali tiap tiga bulan.
Sebenarnya bagaimana pun akan lebih bagus dan sehat jika kita tidak merokok. Namun jika terpaksa belum bisa berhenti merokok. Kita perlu melakukan:
- Tidak merokok lebih dari 10 batang dalam sehari semalam.
- Jangan merokok kurang dari 60 menit setelah bangun tidur.
- Konsumsi air putih, susu dan jus buah yang banyak.
- Olahraga secara teratur atau setidaknya bangun pagi sebelum matahari terbit saat udara masih segar. Keluar rumah, hirup napas dalam-dalam tahan beberapa saat dan hembuskan perlahan. Lakukan hal ini setidaknya 15 menit tiap hari.
- Tidak merokok sambil minum kopi, karena senyawa kandungan kafein dalam kopi dan karsinogen dalam rokok akan meningkatkan co2 secara drastis dalam paru. Hal ini sangat merugikan kesehatan.
Semoga tulisan ini cukup bermanfaat bagi para penikmat rokok. Terima kasih.

August 1st, 2008 at 11:51 pm
Tips yang menarik n manfaat……
salam sehat selalu
[Reply]
August 2nd, 2008 at 6:48 am
waaaah, keren ni infonyaaa….banyak banget d temen2 yang ngrokok, bisa dishare ni tips2nya. thank u yaaah maas….
[Reply]
August 2nd, 2008 at 11:03 am
Informasi yang sangat berguna bagi para perokok ….
Untung saya sudah berhenti merokok mas …
[Reply]
August 2nd, 2008 at 11:06 am
Ada cara yang paling jos intuk menetralisir racun rokok yaitu
“JANGAN MEROKOK”
Asli dijamin 200 persen tidak kena racun….
kekekekek, kabur….
[Reply]
August 3rd, 2008 at 4:14 am
salam kenal.. Nyuba ngikut tips diatas
[Reply]
August 3rd, 2008 at 11:25 am
ooo begitu to…terima kasih infonya
[Reply]
August 4th, 2008 at 12:41 pm
Pertamax…
Semoga sukses mas,
kapan di update
ayo lakukan tiap hari
dijamin tambah rame aja.
hehehe salam sukses
[Reply]
August 9th, 2008 at 12:06 pm
semoga cerita ini menyadarkan bagi para maniak rokok
[Reply]
November 10th, 2008 at 4:28 pm
wah saya nggak ngerokok mas. dan saya gak doyan lobak
[Reply]